Makna Hari Literasi Internasional Bagi Arab Saudi

Makna Hari Literasi Internasional Bagi Arab Saudi

Arab Saudi yang diwakili Kementerian Pendidikan turut berpartisipasi dalam perayaan “Hari Literasi Internasional”, yang jatuh pada tanggal 8 September 2020, dengan membawakan Judul ” Literasi, Pendidikan dan Pembelajaran selama covid-19 dan sesudahnya”.

Partisipasi Arab Saudi datang sebagai pengakuan atas bahaya buta huruf dan urgensi untuk mengatasinya bahkan selama krisis dan pandemi ini.

Dalam penurunan persentase buta huruf diluncurkan proses pendidikan orang dewasa pada tahun 1374H, dan setelah itu upaya dilanjutkan melalui persetujuan program sistem pemberantasan buta aksara pada tahun 1392H hingga berdiri Departemen Administrasi Umum Pendidikan Orang Dewasa pada tahun 1431H, dan pada tahun 1439H berganti nama menjadi Departemen Administrasi Umum Pendidikan Berkelanjutan.

Oleh karena itu, perhatian Arab Saudi telah bergeser kepada konsep yang lebih luas tentang pendidikan berkelanjutan dan pembelajaran seumur hidup untuk membantu semua kelompok sasaran dalam memberantas buta huruf di abad ke 21 yang sejalan dengan visi Kerajaan 2030.

Kementerian Pendidikan telah mencanangkan sejumlah inisiatif program diantaranya adalah program belajar sepanjang hayat, yang merupakan salah satu inisiatif Program Pengembangan Sumber Daya Manusia.
Program lainnya yaitu program lingkungan terdidik yang bertujuan untuk membekali pemuda dan pemudi usia 15-60 tahun dengan kehidupan dan keterampilan profesional yang memungkinkan mereka memasuki pasar kerja dan berpartisipasi dalam pembangunan, dimana ini semua berujung pada penurunan angka buta huruf.

Departemen Administrasi Umum Pendidikan Berkelanjutan saat ini sedang mempersiapkan konten pendidikan untuk studi jarak jauh untuk setiap tingkat akademik sekolah pendidikan berkelanjutan.

Direktur Jenderal Administrasi Umum Pendidikan Berkelanjutan, Dr. Yahya bin Ibrahim Al Mufreh menjelaskan bahwa pentingnya Hari Literasi Internasional terletak pada menyadarkan dunia kepada pentingnya rasa pengetahuan seseorang sebagai hak asasi manusia dan sarana penting untuk mengembangkan dan meningkatkan keterampilan dan kemampuan pribadi individu untuk mengejar peradaban dan mencapai segala bentuk perkembangan manusia dan sosial. Arab Saudi telah memiliki upaya efektif untuk menghadapi buta huruf selama pandemi Covid-19, karena telah mencapai hasil yang positif, yang dipuji oleh organisasi internasional dan regional atas pengalamannya menangani buta huruf selama pandemi Covid-19 dengan mengaktifkan teknologi dan mengandalkan pembelajaran jarak jauh, yang telah menjadi kebutuhan ; Menjamin kelangsungan proses pembelajaran tidak hanya pada masa krisis, tetapi juga pada periode selanjutnya.

Sumber: https://www.moe.gov.sa/ar/news/Pages/mh-2020-875.aspx

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *