Hasil Deklarasi Kepemimpinan KTT G20 di Kota Riyadh, Arab Saudi 2020

Hasil Deklarasi Kepemimpinan KTT G20 di Kota Riyadh, Arab Saudi 2020

  1. Perlunya koordinasi aksi global, solidaritas dan kerjasama multilateral saat ini lebih dari sebelumnya Untuk menghadapi tantangan saat ini dan memanfaatkan peluang di abad 21

    A. Tantangan yang dihadapi bersama

  2. Bertekad untuk mendukung semua negara berkembang atau dibawahnya dalam menangani pengaruh kesehatan, ekonomi dan social dampak virus corona.
  3. Mensubsidi Sepenuhnya semua upaya kolaboratif dan inisiatif untuk memperoleh terpenuhinya perlatan untuk  pengendalian COVID-19 berikut vaksinnya serta Lisensi Kekayaan Intelektual.

4. Menggunakan berbagai kebijakan yang ada, sesuai kebutuhan Jika diperlukan untuk melindungi keselamatn jiwa, pekerjaan dan sumber pendapatan, mendukung pemulihan ekonomi global, dan meningkatkan ketahanan sistem keuangan, dengan pencegahan risiko  negative yang mungkin terjadi.

  1. Pengambilan tindakan segera dan pengecualian untuk menghadapi pandemi virus korona dan dampaknya terhadap kesehatan, sosial dan ekonomi sehingga dilakukan upaya untuk sementara waktu dengan memperluas langkah-langkah perlindungan sosial untuk membantu mata pencaharian hampir 645 juta orang.
  2. Rancangan Aksi G20 yang menetapkan prinsip-prinsip dasar dan komitmen untuk memajukan kerja sama ekonomi internasional dan mengambil langkah-langkah untuk mendukung pemulihan dan mencapai pertumbuhan yang kuat, berkelanjutan, seimbang dan menyeluruh.
  3. Berkomitmen melaksanakan inisiatif untuk menangguhkan pembayaran pelunasan hutang, termasuk memperpanjangnya hingga Juni 2021, sehingga memberikan kesempatan negara-negara yang berwenang untuk mengambil keuntungan darinya yaitu dengan menangguhkan pembayaran layanan hutang kepada pemberi pinjaman dalam hubungan bilateral resmi.
  4. Kerangka kerja umum untuk penanganan utang di luar cakupan program penangguhan pembayaran hutang.
  5. Menangani sisi kelemahan yang akibat krisis ini dan mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk mencapai pemulihan dan bekerja untuk memastikan bahwa generasi mendatang lebih aman daripada sebelumnya.

    B. Membangun pemulihan yang tahan lama dan jangka panjang

  6. Kesehatan : berkomitmen untuk memperkuat kesiap-siagaan, pencegahan, deteksi, dan respons terhadap pandemi global
  7. Pentingnya pembiayaan jaminan kesehatan universal di negara berkembang dan menyambut baik pendirian pusat inovasi Peningkatan nilai kesehatan global, dimana negara-negara anggota dapat berpartisipasi secara sukarela
  8. Perdagangan dan Investasi : Mendukung sistem perdagangan multilateral merupakan yang menjadi prioritas lebih dari sebelumnya
  9. Transportasi dan Perjalanan: berkomitmen untuk memastikan bahwa rute transportasi global dan rantai pasokan tetap terbuka, aman dan terlindungi
  10. Strukturasi Keuangan Global: menegaskan komitmen untuk memastikan jaring pengaman keuangan global yang kuat serta efisien dan menjaga Dana Moneter Internasional sebagai lembaga yang kuat, berbasis kuota, berlimpah dan memilki sumber daya yang memadai.

15. Investasi dalam Infrastruktur : Memaksimalkan pemanfaatan teknologi dalam infrastruktur untuk meningkatkan keputusan investasi dan meningkatkan nilai uang Berinvestasi, serta mendukung investasi kualitatif di bidang infrastruktur untuk kepentingan masyarakat, ekonomi, dan lingkungan.

  1. Sektor Keuangan : mematuhi prinsip Dewan Stabilitas Keuangan yang mendukung respons domestik dan internasional terhadap pandemik dan ini termasuk kebutuhan untuk bekerja sesuai dengan standar internasional, dan meminta Dewan Stabilitas finansial untuk Terus memantau kelemahan sektor keuangan dan mengatasi fluktuasi yang sejalan dengan siklus perekonomian dan kelayakan kredit serta koordinasi langkah-langkah pengaturan dan pengawasan.
  2. Mengikuti perkembangan dengan cermat dan tetap waspada terhadap risiko saat ini dan yang muncul. Apa yang disebut “mata uang stabil global” tidak boleh diperdagangkan sampai semua persyaratan hukum, peraturan, dan pengawasan yang relevan diterapkan secara tepat dan sejalan dengan standar yang berlaku.
  3. Mendukung tanggapan kebijakan dalam memerangi pencucian uang dan pendanaan teroris yang dirinci dalam Laporan kelompok kerja keuangan terkait virus corona dan menegaskan kembali dukungan kami kepada kelompok kerja keuangan sebagai badan yang bertanggung jawab untuk menetapkan standar global yang bertujuan untuk memerangi pencucian uang, pendanaan teroris, dan pembiayaan persenjataan.
  4. Ekonomi digital : mengakui bahwa pilihan kebijakan yang diajukan untuk mendukung digitalisasi model bisnis selama pandemi dan menyadari bahwa konektivitas yang inklusif, aman, dan terjangkau merupakan pendorong utama perekonomian digital sekaligus sebagai loncatan untuk pertumbuhan inklusif, inovatif, dan pembangunan berkelanjutan.
  5. Pajak Internasional : melanjutkan kerja sama untuk mewujudkan sistem perpajakan internasional yang adil, berkelanjutan, dan modern.
  6. Penanganan korupsi : terus menjadi teladan dalam memerangi korupsi di seluruh dunia Mengembangkan dan melaksanakan strategi antikorupsi nasional dengan Memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk meningkatkan integritas di sektor umum serta  proses privatisasi dan kemitraan umum maupun khusus.

    C. Jaminan Pemulihan yang Komprehensif untuk Mengatasi Ketidaksetaraan

  7. Peningkatan berkelanjutan : Konsekuensi sosial dan ekonomi akibat pandemik mendorong untuk meningkatkan kebutuhan dan pentingnya percepatan upaya pemberantasan kemiskinan, mengatasi ketidaksetaraan, dan bekerja untuk memastikan akses ke peluang bagi semua.
  8. Membuka peluang : Berikan kesempatan kepada semua dan memberikan tanggapan secara sigap terhadap efek pandemik untuk melakukan pemulihan dengan kuat, berkelanjutan, seimbang, dan komprehensif.
  9. Kepegawaian : Prioritas untuk mengatasi efek mengerikan dari pandemi di pasar tenaga kerja, tempat jutaan pekerja tetap tinggal dan mereka menghadapi kehilangan pekerjaan dan sumber pendapatan. Selain itu menyadari pentingnya melindungi dan mempromosikan pekerjaan yang layak untuk semua, terutama perempuan dan pemuda.
  10. Pemberdayaan Perempuan : Untuk menekankan pentingnya pemberdayaan perempuan sebagai masalah lintas sektor dalam semua aspek kebijakan dan menyadari bahwa wanita adalah mesin utama pertumbuhan ekonomi. mempromosikan kesetaraan gender, memerangi stereotip, mengurangi kesenjangan upah, dan menangani pembagian kerja yang tidak teratur,pekerjaan yang tak dibayar dengan layak serta bentuk tanggung jawab berupa kepedulian antara pria dan wanita.
  11. Pendidikan : Pentingnya keberlangsungan pendidikan di saat krisis melalui penerapan langkah-langkah untuk memastikan kehadiran yang aman melalui pembelajaran dan pendidikan jarak jauh yang efektif dan berkualitas, sesuai kebutuhan yang bersifat menyeluruh , adil dan berkualitas untuk semua sebagi dasar untuk membentuk masa depan yang lebih cerah dan memerangi ketidakadilan.
  12. Pariwisata : memfasilitasi pemulihan Sektor perjalanan dan pariwisata dari pandemi ini dan pengembangan masyarakat yang komprehensif melalui pariwisata yang bertujuan untuk menciptakan peluang kerja memberdayakan komunitas local, Menjaga Bumi dan melestarikan warisan budaya.
  13. Migrasi dan Pengungsian Paksa: Pentingnya aksi bersama untuk mengurangi dampak pandemi pada kelompok-kelompok yang terpinggirkan termasuk pengungsi, imigran dan orang-orang yang dipindahkan secara paksa, sebagai bentuk tanggapan atas kebutuhan kemanusiaan yang meningkat, dan mengatasi permasalahan penyebab pengungsian.

    D. Jaminan masa depan yang berkelanjutan

  14. Lingkungan, Energi dan Iklim : Pengurangan degradasi lingkungan, konservasi keanekaragaman hayati, dan penggunaan sumber daya secara dan perbaikannya, pelestarian wilayah lautan, mendorong ketersediaan udara dan air bersih, serta penanganan bencana alam, fenomena cuaca buruk dan penanggulangan perubahan iklim merupakan tantangan besar era ini
  15. Melindungi lingkungan laut dan darat
  16. Memastikan stabilitas dan pasokan energi yang tidak terputus untuk mencapai pertumbuhan ekonomi dan pentingnya mempercepat akses semua orang untuk memperoleh energi yang terjangkau dengan mengandalkan inovasi pada berbagai pilihan bahan bakar dan teknologi yang sesuai dengan kondisi nasional, antara lain: akses ketersediaan fasilitas memasak yang bersih dan listrik.
  17. Mendukung platform ekonomi karbon sirkular dengan empat komponennya (pengurangan emisi, penggunaan kembali, daur ulang serta penghancurannya)
  18. Memproses penanganan lingkungan yang mendesak seperti perubahan iklim dan hilangnya keanekaragaman hayati, diwaktu yang sama berupaya meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan keamanan energi dan penyalurannya serta perlindungan lingkungan.
  19. Pertanian : mengatasi tantangan terkait ketahanan pangan dan gizi, serta meningkatkan efisiensi pasokan pangan dan pertanian kuat dan berkelanjutan.
  20. Air: Layanan air, sanitasi dan kebersihan yang terjangkau, terpercaya dan aman merupkan hal yang sangat penting untuk kehidupan manusia.
  21. Menghargai upaya yang bertujuan untuk menjaga kesehatan manusia dengan menunda acara publik besar seperti Jepang yang berniat menjadi tuan rumah Olimpiade dan Paralimpiade Tokyo 2020 begitu juga negara-negara lainnya
  22. Berterima kasih kepada organisasi internasional atas kontribusi berharga melalui segala bentuk laporan teknis dan rekomendasinya
  23. Menyampaikan terima kasih dan terima kasih yang tulus kepada Kerajaan Arab Saudi yang telah berhasil menjadi tuan rumah dan atas kontribusinya untuk G20. Dan menantikan pertemuan berikutnya di Italia pada tahun 2021, Indonesia pada tahun 2022, India pada 2023 , dan Brazil pada 2024.

    Untuk versi bahasa arab bisa membuka link berikut:
    https://drive.google.com/file/d/12RbkaIslcutoUh_s5IWpDRxaTugXmPwb/view?usp=sharing

    Untuk versi bahasa inggris bisa membuka link berikut:
    https://drive.google.com/file/d/1cIkQLN1hFXEGYHw8IEmdIxctI2s27DBv/view?usp=sharing

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *