Cendekiawan dan Mahasiswa Indonesia Peringati Bulan Bahasa Arab

Para cendekiawan dan mahasiswa di Indonesia merayakan Bulan Bahasa Arab, serangkaian acara yang diselenggarakan oleh Arab Saudi untuk melibatkan mahasiswa di negara mayoritas Muslim terbesar di dunia.

King Salman Global Academy for Arabic Language bermitra dengan universitas-universitas di Jakarta dan Malang untuk mengadakan serangkaian acara yang bertujuan mempromosikan bahasa Arab dan mengembangkan serta meningkatkan pengajarannya bagi non-penutur asli. Acara yang dipimpin KSGAAL dimulai pada 7 Januari dan berakhir pada 2 Februari.

Ratusan orang mengambil bagian dalam program di Jakarta, termasuk mahasiswa yang berpartisipasi dalam berbagai kompetisi bahasa Arab, kata Mukhshon Nawawi, Ketua Program Studi Bahasa Arab di Universitas Islam Negeri, atau UIN, di Jakarta.

“Ada antusiasme yang luar biasa untuk Bulan Bahasa Arab, dan tentu saja itu terjadi karena ada seminar internasional dan forum diskusi dengan para ahli dari Arab Saudi,” kata Nawawi kepada Arab News.

Akademi ini juga menyelenggarakan pelatihan intensif untuk guru bahasa Arab dari berbagai wilayah di tanah air – termasuk pulau Maluku, Kalimantan dan Sulawesi – dengan UIN Jakarta berharap dapat memperkuat kerja sama dengan KSGAAL dalam waktu dekat.

“Kami ingin memanfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya untuk menjalin kerja sama yang lebih intensif. Mengingat King Salman Global Academy memiliki otoritas dalam bahasa Arab di Arab Saudi, kami merasa sangat penting untuk membina hubungan pada banyak aspek guna meningkatkan kualitas penutur bahasa Arab di Indonesia dan pengajarannya di kampus kami,” kata Nawawi.

“Kami berharap bahwa kegiatan serupa dapat terlaksana di masa depan dengan program yang lebih konkret yang akan bermanfaat bagi pengembangan bahasa Arab di negara kita.”

Akademi Raja Salman didirikan pada tahun 2020 untuk menumbuhkan pemahaman bahasa yang lebih besar. Hal ini juga berkomitmen untuk melestarikan dan berbagi budaya dan warisan Arab.

Badrus Sholeh, Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Riyadh, menyambut baik kemitraan terbaru antara KSGAAL dan para pengajar dan jurusan bahasa Arab di universitas-universitas Indonesia.

“Kerja sama ini penting karena beberapa alasan … Ini menunjukkan meningkatnya kerja sama akademik di antara dosen, peneliti, dan mahasiswa Indonesia dan Saudi,” kata Sholeh kepada Arab News.

Indonesia saat ini memiliki lebih dari 400 program universitas yang didedikasikan untuk pengajaran bahasa dan sastra Arab di seluruh negeri, katanya, menambahkan bahwa lebih dari 17.000 pesantren juga berfungsi sebagai pusat pengajaran dari tingkat dasar hingga lanjutan.

“Ini membuktikan tingginya minat untuk belajar bahasa Arab di kalangan mahasiswa dan dosen di Indonesia.”

Referensi: https://www.arabnews.com/node/2450826/world