Kunjungi Arabic for All, Atdikbud KBRI Riyadh Jajaki Kerja Sama Bidang Pengajaran Bahasa Arab

Atase Pendidikan dan Kebudayaan (Atdikbud) Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Riyadh, Badrus Sholeh, melakukan kunjungan ke kantor Arabic for All di Riyadh, pada Selasa, 5 Maret 2024. Kunjungan ini bertujuan agar ada kerja sama berkelanjutan antara perguruan tinggi di Indonesia dengan lembaga yang telah melakukan pengajaran bahasa Arab ke lebih dari 50 negara di dunia.

“Kami di Indonesia ada sembilan ribu lebih perguruan tinggi. Ada yang menginduk ke Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) dan ada yang ke Kementerian Agaman (Kemenag). Perguruan tinggi ini banyak yang membuka jurusan bahasa Arab. Lebih dari 400 program studi bahasa Arab baik tingkat S1, S2 maupun S3. Kami berharap agar lembaga pendidikan tinggi ini dapat melakukan kerja sama akademik,” ucap Atdikbud Badrus Soleh.

Kedatangan Atdikbud yang didampingi guru bahasa Arab Sekolah Indonesia Riyadh, Budi Marta Saudin dan staff Atdikbud, Ahmad Agil Alydrus ini disambut hangat oleh Direktur Arabic for All, Muhammad bin Abdurrahman Al Syeikh; peneliti dan penulis buku ajar bahasa Arab, Abdurrahman bin Ibrahim Al Fauzan; pakar linguistik Arab, Aqil Asy Syamri; dan segenap staf.

Dalam kesempatan ini, Atdikbud mengapresiasi kontirbusi yang diberikan oleh Arabic for All dalam menyebarkan bahasa Arab ke seluruh dunia, termasuk Indonesia.  “Kami ucapkan terima kasih atas kontribusi yang telah diberikan oleh Arabic for All dalam pengembangan bahasa Arab sehingga menarik pelajar seluruh dunia, termasuk Indonesia,” ucap dosen Hubungan Internasional UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini.

Di samping itu, Atdikbud juga bercerita tentang keberadaan sekolah Indonesia di Arab Saudi, yang jumlah siswanya mencapai lebih dari dua ribu siswa. “Pemerintah Indonesia membuka akses pendidikan bagi pelajar WNI di Arab Saudi dalam Sekolah Indonesia Riyadh, Sekolah Indonesia Jeddah, dan Sekolah Indonesia Mekkah. Total siswa yang belajar di sekolah ini dua ribu lebih pelajar dari TK hingga SMA,” terang Atdikbud.

Sekolah-sekolah ini, lanjut Atdikbud, mengajarkan pembelajaran bahasa Arab fushah kepada siswanya. “Kami memiliki guru bahasa Arab, butuh untuk dilakukan pelatihan bagaimana cara mengajar bahasa Arab kepada mereka,” papar Atdikbud.

Menanggapi hal tersebut, Direktur Arabic for All, Muhammad bin Abdurrahman Al Syeikh, mengungkapkan bahwa dirinya telah melakukan kunjungan lebih dari 10 kali ke Indonesia untuk memberikan pelatihan cara pengajaran bahasa Arab.

“Tahun 2003 awal saya berkunjung ke Indonesia untuk mengisi pelatihan, sampai saat ini telah lebih dari 10 kali melakukan perjalanan ke Indonesia. Saya dapati pembelajaran bahasa Arab di Indonesia telah mengalami kemajuan yang sangat pesat,” kata Al Syeikh.

Direktur Arabic for All sangat senang dengan kedatangan Atdikbud KBRI Riyadh. Ia mengungkapkan bahwa kerja sama sangat mungkin untuk terus dilakukan dengan lembaga dan pegiat bahasa Arab di Indonesia. “Dengan senang hati kami menerima jika ada lembaga dari Indonesia yang ingin kerja sama,” ujar Al Syeikh.

Turut menanggapi pernyataan Atdikbud, Abdurrahman bin Ibrahim Al Fauzan yang antusias menceritakan pengalamannya. “Kami telah keliling Indonesia. Banyak mahasiswa yang dulu kami ajar, sekarang telah menjadi guru dan pegiat bahasa Arab di Indonesia,” ujar Al Fauzan.

Al Fauzan menyebutkan beberapa nama para tokoh penting dalam penyebaran bahasa Arab di Indonesia, diantaranya adalah Ketua Ittihad Mudaris Al Lughah Al Arabiyah fi Indonesia, Persatuan Pengajar Bahasa Arab di Indonesia (IMLA)  yaitu Prof. Uril Bahruddin, yang juga Guru Besar Bahasa Arab UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. “Dulu saya mengajar Uril waktu dia kuliah di King Saud University,” ujar Al Fauzan.

Kedekatannya dengan lembaga dan para tokoh di Indonesia, membuat Al Fauzan sangat senang dikunjungi oleh Atdikbud. “Saya sangat senang sekali dengan kedatangan Anda (Atdikbud) ke tempat ini,” ucap Al Fauzan.

Terkait dengan kerja sama yang ingin dijalin antara Atdikbud dan Arabic for All, Al Fauzan senang jika membuat pelatihan pengajaran bahasa Arab bagi para guru Sekolah Indonesia Luar Negeri yang ada di Arab Saudi. “Silahkan kumpulkan guru bahasa Arab, insya Allah kami dapat memberikan pelatihan bagaimana mereka mengajar bahasa Arab kepada anak-anak,” ujar Al Fauzan.

Dalam obrolan yang berlangsung sekitar 1,5 jam ini, Al Fauzan juga memberikan trik dalam mengajarkan kepada para siswa, terutama pada sekolah yang menjadwalkan pelajaran bahasa Arab di kelas sangat sedikit. “Anda di Sekolah Indonesia di Saudi jumlah jam pelajaran bahasa Arab sangat sedikit, maka guru jangan mengandalkan hanya pertemuan di dalam kelas saja, tetapi manfaatkan di luar kelas,” terang Dr. Al Fauzan.

Aktifitas bahasa Arab di luar kelas, dijelaskan Al Fauzan, harus dimaksimalkan dengan cara membiasakan praktek berbicara dengan bahasa Arab. “Namanya bahasa itu untuk komunikasi, maka rajinlah praktek berbahasa Arab setiap hari dan setiap waktu dengan para siswa, nanti akan terbentuk lingkungan bahasa Arab yang bagus,” tegas Al Fauzan.

Usai berbincang dengan penuh kehangatan, tuan rumah mengajak Atdikbud keliling ke ruang bengkel pembuatan buku-buku pembelajaran bahasa Arab, tempat penulis dan peneliti Arabic for All mengembangkan buku-buku dengan metode terbaru, termasuk permainan bahasa Arab, pembelajaran untuk jenjang anak-anak sekolah, serta pengembangan lainnya..

Untuk diketahui, Arabic for All adalah lembaga swasta di Arab Saudi yang telah melakukan pelatihan bagi pengajar bahasa Arab di berbagai negara di dunia. Lembaga ini juga sukses menerbitkan buku ajar bahasa Arab “Al Arabiyah Baina Yadaik” dan “Al Arabiyah Baina Yadai Auladina” untuk versi anak-anak yang diajarkan di sekolah dan perguruan tinggi di dunia, termasuk di Indonesia. (Atdikbud Badrus Soleh dan Budi Marta Saudin/Editor: Denis/Denty)

Sumber : kemdikbud.go.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *