SILN RIYADH

Sejarah

SILN Riyadh merupakan satu-satunya lembaga pendidikan formal yang diselenggarakan oleh Pemerintah Indonesia di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Riyadh, dan pengelolaannya merupakan kerjasama Kementerian Luar Negeri, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, dan Komite Sekolah. SIR berlokasi di daerah yang berdekatan dengan KBRI yang beralamat di Prince Nawaf Ibn Abdul Aziz Street, Um-Al Hamam Gharby Po.Box. 94343 Riyadh 11693, melayani pendidikan bagi masyarakat Indonesia di Riyadh mulai dari Taman Kanak-Kanak (TK) sampai dengan Sekolah Menengah Atas (SMA).

Sekolah Indonesia di Arab Saudi, pertama kali didirikan di Jeddah tepatnya pada tanggal, 01 Januari 1964. Sekolah ini berupa Taman Kanak-Kanak dengan nama “Taman Kanak-Kanak TRIKORA“. Nama TRIKORA ini dipakai karena Rapat I Panitia Pendiri Sekolah, bertepatan dengan pernyataan TRIKORA (Tri Komando Rakyat), yaitu tanggal 19 Desember 1963. Selanjutnya pada tanggal 01 Maret 1964, secara resmi “Sekolah Dasar TRIKORA” dibuka. Sejalan dengan pertumbuhan sekolah ini, munculnya masalah-masalah di seputar sekolah tidak terelakkan. Untuk itu Kepala Perwakilan RI di Jeddah, membentuk suatu badan yang kemudian disebut  “Komisi Sekolah”. Atas usulan Bp. Abdul Haris Nasution,  Komisi Sekolah mengubah nama “TRIKORA” menjadi Sekolah Indonesia Pancasila.

          Pada tanggal 06 Januari 1968 Komisi Sekolah berhasil membuka jenjang SMP dan tiga tahun kemudian tepatnya pada tanggal 10 Pebruari 1971 dibuka pula jenjang SMA. Dengan demikian Sekolah Indonesia Pancasila  terdiri atas TK, SD, SMP dan SMA. Pada perkembangan selanjutnya, karena adanya perpindahan KBRI dari Jeddah ke Riyadh, tepatnya pada tanggal 24 September 1985, Sekolah Indonesia Pancasila  terbagi menjadi dua yaitu Sekolah Indonesia Pancasila Riyadh dan Sekolah Indonesia Pancasila Jeddah.

          Sekolah Indonesia Pancasila atau lebih dikenal dengan sebutan SIP Riyadh dibuka secara resmi pada tanggal 02 Oktober 1985, berlokasi di Malaz. Untuk melaksanakan proses belajar mengajar di SIP Riyadh, maka kepala sekolah disertai dengan empat orang guru, satu pegawai Tata Usaha, satu sopir dan satu penjaga sekolah yang semula bertugas di Jeddah, terpaksa harus pindah ke Riyadh, yaitu ;

  1. Bapak R. Wasis Joedoprawiro (selaku Kepala Sekolah)
  2. Bapak Abdul Hakim Muchtar (guru IPS)
  3. Bapak Winarto (guru IPA-Fisika)
  4. BapakTri Pamuji (guru Kimia)
  5. Ibu Nazifah Affan (guru Bahasa Indonesia)
  6. Bapak Amrul Khoiri M. (Tata Usaha)
  7. Bapak Muhammad Kosim (Sopir sekolah)
  8. Mohammad Hasyim (Penjaga Sekolah)

Sebagai sekolah yang baru berdiri, SIP Riyadh yang terdiri atas jenjang TK, SD, SMP dan SMA dengan jumlah tenaga pengajar dan pegawai yang sedikit, tentu jauh dari memadai. Untuk melengkapi kebutuhan tenaga pengajar SIP Riyadh dibantu oleh Ibu-ibu Dharma Wanita Sub Unit KBRI Riyadh. Secara berangsur-angsur tenaga pengajar SIP Riyadh terus bertambah, sehingga tenaga Pengajar Suka Rela dapat digantikan.

Pada tanggal 17 Juli 1988, SIP Riyadh yang semula bertempat di Malaz pindah ke Um Al Hamam yang gedungnya menjadi Ruko di samping Warung MONAS sekarang, kemudian Juli 1993 pindah lagi ke gedung yang di tempati hingga sekarang ini.

Pada tahun 1996 Sekolah Indonesia Pancasila mendapat izin operasional dari Pemerintah Kerajaan Saudi Arabia dengan nama “International Indonesian School” disingkat (IIS), dan oleh karena nama ini berbau asing di mata Depdikdud kala itu, maka nama IIS disesuaikan dengan sebutan Sekolah Indonesia saja karena keberadaannya di kota Riyadh, maka namanya menjadi Sekolah Indonesia Riyadh atau lebih dikenal dengan sebutan SI Riyadh atau SIR.

Kepala Sekolah yang mempimpin SI Riyadh, secara periodik bergantian, hingga saat ini SI Riyadh telah dipimpin oleh  10  Kepala Sekolah, yaitu :

R. Wasis Joedoprawiro, BA
– Asal                          : Gresik (SMAN Gresik)
– Masa tugas                : 1983 s.d. 1987

Mochamad Woeridin
– Asal                          : Pontianak (SMAN 2 Pontianak)
– Masa tugas                : 1987 s.d. 1992

Achmad Rohadi
– Asal                          : Surabaya (SMAN 5 Surabaya)
– Masa tugas                : 1992 s.d. 1995

4.   R. Hartono              
      – Asal                        : Semarang (SMA Muhammadiyah Semarang)
      – Masa tugas               : 1995 s.d. 1999

5.   Drs. Bustan Djauharin  
      – Asal                        : Solo (SMAN 1 Kr.Anom Klaten)
      – Masa tugas               : 2000 s.d. 2004

6.  Drs. Dasuki, MM                
     – Asal                         : Malang (SMPN 11 Malang)
     – Masa Tugas               : 2004 – 2007

7. Drs. M.Masykur Hasan, M.Si.
     – Asal                         : Surabaya (SMAN 20 Surabaya)
     – Masa Tugas               : 2007 – 2010

8. Burhanudin, S.Pd.,M.M.   
              – Asal                                 : Banjarnegara (SMPN 1 Banjarnegara)
              – Masa Tugas                       : Februari 2011 – Maret 2014

9. Drs. Ramli, M.Pd.  
              – Asal                                 : Kab.Barru Sulsel (SMKN 1 Barru)
              – Masa Tugas                       : 14 Maret 2014 – 31 Januari 2018

10. Abdulloh Syifa, M.Ed.   
              – Asal                                 : Kab.Jombang Jatim (SMPN 1 Mojoagung)
              – Masa Tugas                       : Maret 2018 – sekarang

Sarana dan Prasarana
Sekolah Indonesia Riyadh (SIR) belum memiliki gedung milik sendiri, tetapi masih sewa. Gedung SIR terdiri dari: ruang Kepala Sekolah, ruang tenaga adninistrasi, ruang guru, ruang computer, ruang perpustakaan, ruang-ruang kelas dan ruang Taman Kanak-Kanak (TK).

Sumber Daya Pendidikan dan Tenaga Kependidikan

Sampai Desember 2017, SIB memiliki 17 guru dengan status 13 guru tetap (termasuk kepala sekolah), 4 guru honorer, dan 1 tenaga pembantu sekolah. Dari 17 guru terdapat 6 guru yang berstatus PNS. Karena keterbatasan jumlah guru, guru SIB dituntut untuk mampu mengajar multi-pelajaran pada multi-level. Ini yang membedakan karateristik guru SIB dengan sekolah-sekolah lain di Indonesia. Konsekuensinya menjadi guru SIB harus mampu menguasai beberapa mata pelajaran di beberapa kelas, tidak terbatas satu kelas saja. Seorang guru SMP, bahkan diharapkan mampu mengajar di tingkat SD atau SMA. Dalam prakteknya hal ini sama sekali tidak menimbulkan masalah karena sebenarnya menjadi guru SIB lebih dituntut kemauan dan pengabdian serta kemampuan mengajar di multi level dan multi subjek. Kompetensi guru sebagai agen pembelajaran memerlukan update yang terus menerus sesuai dengan perkembangan pendidikan, baik di dalam negeri maupun luar negeri.

Profil Siswa Sekolah Indonesia Riyadh

Jumlah siswa yang belajar di SIR dari tahun ke tahun sangat variatif, terkadang jumlahnya meningkat dan terkadang jumlahnya menurun. Kedinamisan ini disebabkan karena orang tua siswa merupakan staff KBRI,  staff perusahaan internasional, dan anak dari mahasiswa Indonesia yang sedang tugas belajar di Riyadh, yang tidak menetap lama di Arab Saudi. Oleh karena itu, jumlah siswa baik atas dasar kelas maupun atas dasar keseluruhan sangat tegantung pada jumlah masyarakat Indonesia atau keluarga Indonesia yang bekerja di Riyadh. Tetapi rata-rata cenderung menurun, hal ini disebabkan setelah Pemerintah Saudi menaikkan tarif pajak bagi expatriat, sehingga banyak siswa atau anak usia sekolah, justru pulang ke Indonesia dan lebih memilih sekolah di tanah air.

 

SILN JEDDAH

Sejarah

Sekolah Indonesia Jeddah (SIJ) didirikan pada tahun 1964 untuk memenuhi permintaan masyarakat Indonesia pada waktu itu, sebagai tempat menuntut ilmu bagi putra- putri Indonesia yang berdomisili di Jeddah dan sekitarnya. Seiring dengan berjalannya waktu, SIJ telah beberapa kali berganti nama, mulai yang pertama kali adalah Sekolah Indonesia Trikora kemudian Sekolah Indonesia Pancasila (SIP) Jeddah dan menjadi Sekolah Indonesia Jeddah (SIJ) sampai sekarang.

Sebagai upaya lebih menyempurnakan visi dan misi sekolah, maka Komisi Sekolah mengganti nama Sekolah Trikora menjadi Sekolah Indonesia Pancasila (SIP) Jeddah. Pada tanggal 6 Januari 1968, Komisi Sekolah berhasil membuka SMP dan pada tahun yang sama Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 0112/1968, tentang pengakuan resmi diakuinya SD dan SMP Sekolah Indonesia Pancasila di Jeddah, Saudi Arabia sebagai sekolah yang sederajat dengan sekolah- sekolah di tanah air.

Perkembangan berikutnya, pada tanggal 10 Februari 1971 berhasil dibuka Sekolah Menengah Atas(SMA). Dengan demikian lengkaplah sudah jenjang pendidikan yang berada di Sekolah Indonesia Pancasila, dari pra sekolah atau Taman Kanak- kanak, Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama hingga Sekolah Menengah Atas. Pada tahun 1980 dengan Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan nomor 0106/O/1980 yang berlaku surut, maka Sekolah Indonesia Pancasila untuk pertama kalinya meluluskan siswanya, serta pada saat itu pula Sekolah Menengah Atas yang dimiliki terakui secara resmi dengan kedudukan sama dengan sekolah lain di tanah air.

Berdasarkan data jumlah warga negara Indonesia di wilayah akreditasi Jeddah sampai tahun 2006 tercatat lebih dari 650.000 jiwa (data kependudukan KJRI Jeddah, 2006).

Berdasarkan komposisi penduduk menurut asal suku, sebagian besar Madura. Sedangkan jenis pekerjaan, sebagian besar adalah para TKI yang bekerjadi perusahaan di Saudi Arabia, para pedagang, pembantu rumah tangga,dan pegawai setempat yang bekerja di KJRI Jeddah. Di antara masyarakat Indonesia yang berada di Jeddah adalah para mukimin yang telah tinggal bertahun- tahun secara turun-temurun, bahkan ada di antara mereka yang menjadi warga negara Saudi Arabia serta warga negara keturunan, yaitu campuran antara orang Indonesia dengan orang-orang rumpun Timur Tengah, seperti Yaman, Mesir, Syiria, dan Saudi Arabia.

Aglomerasi warga negara Indonesia di Kota Jeddah yang demikian tentunya memerlukan fasilitas kehidupan, salah satunya adalah pendidikan.

Sekolah Indonesia Jeddah berdiri sejak tanggal 1 Januari 1964. Semula hanyalah Taman Kanak- kanak yang dikelola Ibu- ibu Dharma Wanita unit KBRI (sebelum menjadi KJRI) Jeddah dengan nama Taman Kanak-kanak “Trikora”, nama Trikora diambil karena saat rapat pertama pendirian sekolah bersamaan dengan tanggal 19 Desember 1963 saat pernyataan Tri Komando Rakyat untuk merebut kembali Irian Barat yang masih dalam cengkraman penjajah.

Pendirian sekolah tersebut disetujui oleh Dubes K.H. Mohammad Ilyas. Tokoh- tokoh yang memprakarsai berdirinya sekolah, antara lain :

1. Bapak Lillahi Grahana Sidharta (Kepala Bagian Penerangan)

2. Bapak Zainal Arifin Al- Abbasyi (Atase Agama)

3. Bapak Emzita (Staf Penerangan)

Tujuan yang melatarbelakangi kebutuhan sekolah Indonesia di Jeddah adalah :
1. Mencerdaskan kehidupan bangsa dengan membekali ilmu pada generasi muda sedini mungkin.
2. Menyatukan warga Negaran Indonesia di Jeddah- Saudi Arabia melalui forum pendidikan.

 

SILN MEKKAH

Profil Sekolah Indonesia Makkah (SIM)

Secara operasional, sekolah ini mendapat izin Ditjen Pendidikan Asing Saudi Arabia yang menunjuk Al-Anjal International School sebagai penanggungjawab umum sekolah. Berdasarkan Surat Kepala Perwakilan RI Riyadh No.432/KP/VI/2000, tanggal 5 Juni 2000 dan Surat Kepala Sekolah Indonesia Jeddah No. 236/SIJ/C/II/2004, tanggal 18 Februari 2004, maka Sekolah Indonesia Makkah merupakan kelas jauh dari Sekolah Indonesia Jeddah. Juga berdasar Surat Izin Operasional Muwafaqoh dari Kementerian Pendidikan Kerajaan Arab Saudi no.3/202851/Tertanggal 23/6/1423H. Muwafaqoh (Persetujuan Kementerian Pendidikan Bagian Asing Arab Saudi). Status SIM adalah Swasta Murni. 

http://www.atdikriyadh.org/e107_images/custom/gurumurid-sim.png

Visi SIM adalah: Menghasilkan peserta didik yang beriman dan taqwa, cakap, berilmu, trampil, berwawasan global dan mampu berkompetitif. Tujuan Sekolah (TI) disebut juga Tujuan Lembaga merupakan penjabaran dari Tujuan Pendidikan Nasional, yaitu meningkatkan sosok pribadi muslim yang beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT. Serta memiliki kemampuan dasar ilmu pengetahuan dan teknologi, aktif, kreatif, inovatif, mandiri, menjadi warga Negara yang demokratis, bertanggunjawab, serta mampu berkarya yang bermanfaat untuk dirinya, masyarakat, agama, bangsa dan negara.

Sekolah yang beralamat di Abdullah Arief Street, Distrik Al-Rosyaifah, Makkah Al-Mukarramah, Arab Saudi, PO.Box 3113, Nomor Telepon/Fax: Telp/Fax : + 966 2 5395597 mengelola sekolah dengan beberapa jenjang pendidikan. Jenjang pendidikan yang dikelola Sekolah Indonesia Makkah pada awalnya hanya tingkat Sekolah Dasar (SD), namun karena banyaknya tuntutan masyarakat akan keberlanjutan pendidikan anak-anaknya di masa yang akan datang, maka secara bertahap dibuka 4 (empat) jenjang, yang semuanya berorientasi pada Kurikulum Departemen Pendidikan Nasional , yaitu : 

1. Taman Kanak-kanak (persiapan SD),

2. Sekolah Dasar (SD),

3. Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan 

4. Sekolah Menengah Atas (SMA).