Dialog Sumpah Pemuda di KBRI Riyadh

Atdikbudriyadh, Riyadh – Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Riyadh memperingati hari Sumpah Pemuda dengan melakukan dialog bertema “Peran Pemuda Menuju Indonesia yang Bersatu, Bangkit, dan Berdaulat”, pada Kamis (28/10).

Bertempat di lapangan olahraga KBRI Riyadh, dialog kebangsaan yang melibatkan beberapa perwakilan mahasiswa Indonesia di King Saud University (KSU) dan siswa/i serta guru Sekolah Indonesia Riyadh (SIR) ini walaupun dilakukan pada malam hari tetapi berlangsung dengan hangat.

Turut hadir Wakil Kepala Perwakilan RI, Arief Hidayat yang memberikan sambutan, dilanjutkan dengan materi yang disampaikan oleh Atase Laut, Kolonel Andik Hermawan dan Atase Kepolisian, Kombes Erick Hermawan. Hadir pula Home Staff (SH) dan Lokal Staff (LS) ikut memeriahkan diskusi pada malam tersebut.

“Pemuda di zaman ini mendapatkan tantangan berupa teknologi informasi yang sangat mudah diakses. Bagaimana ia menghadapi hal tersebut? Apakah dapat menyaringnya sehingga hanya mendapatkan informasi yang baik (well information) atau justru sebaliknya?”, Tanya Arief Hidayat kepada para mahasiswa dan siswa/i dalam sambutannya.

Pada sesi materi, Andik Hermawan mengingatkan kembali sejarah sumpah pemuda dan hubungan antara Indonesia dengan Arab Saudi, “93 tahun silam pemuda/i Indonesia bersatu dan mengikrarkan sumpah pemuda, begitupun dengan Arab Saudi yang pada saat itu pendirinya menyatukan kabilah-kabilah, dan kedua hal tersebut menjadi cikal bakal berdirinya kedua negara ini”. Kemudian Atase Laut berpangkat kolonel itu melanjutkan dengan memberikan semangat kepada para pemuda/i yang hadir, “Di tahun 2045 nanti, kalianlah yang akan menjadi pemimpin Indonesia, sebagai generasi emas. Karena itu, lakukan yang terbaik saat ini, tanamkan jiwa patriot di hati kalian”, tegas Andik.

Sedangkan pentingnya kehati-hatian dalam pengunaan teknologi informasi menjadi perhatian Kombes Erick Hermawan kepada generasi muda saat ini. Erick menyampaikan agar anak muda harus pandai dalam mengelola informasi, selalu meng-crosscheck segala informasi yang masuk, sebelum kemudian menyebarkannya. “Hati-hati dalam bermedia sosial, baik saat posting maupun komentar, apalagi di Arab Saudi ini sangat ketat Undang-Undang ITEnya”, terang Erick.

Sesi berikutnya sharing dari mahasiswa dan siswa/i, yang banyak bercerita tentang cinta tanah air, termasuk budaya dan bahasanya. “Para mahasiswa/i Indonesia yang berkuliah di luar negeri, tak jarang di antara mereka ada yang terlalu nyaman hidup di sana, bahkan ada yang lebih memilih untuk bekerja dan tinggal di sana dibandingkan di Indonesia. Bagaimana harusnya kami menanamkan cinta tanah air, agar tujuan kami keluar negeri adalah untuk belajar, kemudian mengaplikasikan apa yang dipelajari di Indonesia”, jelas Ridho, mahasiswa KSU.

“Saat ini generasi muda banyak yang terpengaruh oleh budaya luar, seperti Korea misalnya. Cukup banyak netizen kita yang menyukai hal tersebut. Dan tugas kita sebagai agen perubahan adalah turut melestarikan, mengenalkan, dan menyebarkan budaya Indonesia, khususnya di Arab Saudi”, lanjut Naya, siswi SIR.

Acara diakhiri dengan ramah tamah dan foto bersama.



(MRS)

Silakan bagikan ke:

Leave a Reply