Sambutan Atdikbud pada Orientasi Studi Mahasiswa Baru (OSMB) Pusat Pengelolaan Mahasiswa Luar Negeri Universitas Terbuka (PPMLN UT)

Atdikbudriyadh, Riyadh – Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT. Sholawat serta salam semoga senantiasa terlimpahkan kepada Nabiyullah Muhammad SAW.

Kami haturkan terima kasih atas undangan Bapak Wakil Rektor Bidang Sistem Informasi dan Kemahasiswaan, Yth. Bapak Ir. Adi Winata, M.Si.

Demikian juga terima kasih atas perkenan Bapak Wakil Rektor  bidang Akademik UT, Yth. Bapak Dr. Muhammad Yunus, M.A. dan Kepala PPMLN UT, Yth. Bapak Dr. Perdamean Daulay, S.Sos., M.Si untuk mengundang Atdikbud KBRI Riyadh.

Juga terima kasih tak terhingga atas sambutan hangat para peserta OSMB, pengurus Pokjar UT Arab Saudi, guru, tendik, home staff dan lokal staff serta masyarakat Indonesia di Arab Saudi dan berbagai negara sehingga semester ini memulai babak baru kebangkitan mahasiswa UT di Arab Saudi serta seluruh Timur Tengah dan kawasan lainnya.

Berdasarkan info dari Bapak Kepala Dr. Perdamean Daulay bahwa peserta OSMB ini didominasi oleh Arab Saudi, 69 dari 104 mahasiswa baru, yaitu:

Jeddah, Arab Saudi 25 mahasiswa; Madinah, Arab Saudi 8 mahasiswa; Makkah, Arab Saudi 19 mahasiswa; Riyadh, Arab Saudi 17 mahasiswa; Qatar 6 mahasiswa; Oman 3 mahasiswa; Aljazair 2 mahasiswa; Turki 5 mahasiswa; Cairo, Mesir 8 mahasiswa; UEA 3 mahasiswa; Kuwait 1 mahasiswa; Jerman 4 mahasiswa; Denmark 1 mahasiswa; Polandia 1 mahasiswa; Afrika Selatan 1 mahasiswa.

Jumlah mahasiswa baru 440 dari 23 negara. Selamat datang mahasiswa baru dari Arab Saudi, Timur Tengah dan seluruh dunia.

Apresiasi yang tinggi atas tekad dan keinginan Anda untuk melanjutkan studi di UT. Ini merupakan awal yang baik bagi anda menjelajah ilmu pengetahuan, menggali potensi diri, mengembangkan minat dan kekuatan akademik yang menfaatnya sangat besar tidak hanya bagi karir pribadi tetapi juga bagi keluarga, masyarakat dan bangsa.

Bagi saya secara pribadi UT bukan lembaga asing. Sejak lama Ibu Anis Fuadah, istri mengajar di UT di Tangerang Selatan. Sering kami berdiskusi terkait dengan mahasiswa dan pengelola UT. Potensi untuk dikembangkan luar biasa. Kontribusi bagi pembangunan dan pendidikan Indonesia sangat penting. UT menjadi pionir model pembelajaran secara daring tren yang berkembang sejak pandemic Covid-19.

Bapak/Ibu peserta OSMB yang berbahagia,

Atdikbud KBRI Riyadh memiliki pengalaman unik dalam mendampingi tiga SILN di Arab Saudi, kami berhadapan langsung dengan Kementerian Pendidikan Kerajaan Arab Saudi.

Ada pertanyaan dari Wakil Menteri Pendidikan Asing Kementerian Pendidikan Arab Saudi, “Guru sekolah Indonesia ini iqomahnya apa, apakah mereka memenuhi syarat sebagai guru di kelas?’’

Pertanyaan lagi dari mereka, “Mohon Atdikbud mendorong agar guru-guru memenuhi syarat sebagai guru dalam standar pendidikan pemerintah Arab Saudi.’’

Masih banyak kebijakan Pemerintah Arab Saudi yang belum melihat posisi dan kekuatan pendidikan Indonesia, baik di tingkat sekolah maupun perguruan tinggi.

Ini yang kemudian kami serukan. Bahwa guru dan tendik yang bekerja di SILN Arab Saudi WAJIB mengambil kembali studi di UT. Bagi yang belum linear bisa mengambil kembali studi S1, bagi yang sudah linear lanjut ke jenjang S2 dan S3.

Mengapa kita perlu kuliah kembali baik di UT atau kampus lain?

Pertama, studi di perguruan tinggi ibarat charging ilmu pengetahuan. Kita memiliki gairah Kembali untuk menata diri menantang diri kita capaian kemampuan sains dan teknologi kita, kapasitas kita sesuai dengan bidang ilmu yang diminati dan digeluti.

Kedua, tidak selamanya Bapak/Ibu akan bekerja dan bertugas di Arab Saudi serta negara-negara lain. Ada banyak kesempatan bekerja di luar bidang utama kita. Bagi guru dan tendik yang sudah memiliki bidang keilmuan S1 kemudian S2, maka bisa jadi akan ada kesempatan untuk menjadi dosen, atau konsultan pendidikan, atau bidang lain yang Bapak/Ibu tidak akan sangka.

Ketiga, ini yang sangat penting bagi semua. Bahwa meningkatkan level pendidikan memiliki makna penting bagi diplomasi pendidikan Indonesia.

Level diplomasi Bapak/Ibu meningkat dan semakin percaya diri menghadapi partner bekerja di Kementerian Pendidikan atau Dinas Pendidikan Arab Saudi, serta Qatar dan negara-negara lain seluruh dunia.

Joseph Nye Jr menyebutkan bahwa Bapak/Ibu telah memiliki kontribusi besar memperkuat soft power Indonesia melalui dunia pendidikan.

Ini pula masukan bagi UT, termasuk pengurus UT di Arab Saudi. Jalin kerja sama dan kolaborasi dengan pendidikan tinggi di Arab Saudi. Terdapat 42 perguruan tinggi yang terbuka kerja sama bidang pendidikan, pengajaran, penelitian dan pengabdian masyarakat.

Mahasiswa UT di Arab Saudi dan Timur Tengah memiliki potensi kemampuan Bahasa Arab di atas rata-rata mahasiswa UT di Indonesia dan dunia. Kemampuan itu bisa didorong untuk dikembangkan dalam mengembangkan diri dari potensi di sekitar tempat kita belajar dan bekerja, serta kerja sama dengan academia di Timur Tengah. Ini akan menjadi nilai tambah mahasiswa.

Demikian juga dengan mahasiswa di banyak negara lain di Timur Tengah, Eropa dan kawasan lain. Potensi akademik, kebudayaan, dan soft power lainnya juga menjadi nilai tambah bagi setiap mahasiswa dan keluarga besar masyarakat Indonesia.

Bapak/Ibu peserta OSMB yang berbahagia,

Saat ini Bangsa Indonesia adalah Presiden G20. Indonesia memimpin 20 negara ekonomi terbesar dunia. Dalam banyak studi, kita diperkirakan masuk 5 negara ekonomi terbesar dunia dalam beberapa dekade kedepan.

Kemampuan ekonomi Indonesia perlu didukung oleh masyarakat dan khususnya penggerak pendidikan untuk semakin meningkatkan kemampuan akademik, soft skill, dan mengembangkan kerja sama di semua bidang dengan sesama potensi masyarakat Indonesia dan lembaga terkait seluruh negara dunia.

Pada bulan Februari 2022, Duta Besar RI untuk Arab Saudi Dr. Abdul Aziz Ahmad bertemu secara virtual dengan Menteri Pendidikan Arab Saudi. Pertemuan ini dihadiri oleh Atdikbud KBRI Riyadh dan Pensosbud KBRI Riyadh. Dalam pertemuan ini, Menteri Pendidikan Arab Saudi menyatakan apresiasi dari pemerintah Arab Saudi atas kepemimpinan Indonesia bagi negara-negara G20.

Mereka siap mendukung kepemimpinan Indonesia dan membuka diri dalam pengembangan kerja sama bidang pendidikan.

Visi 2030 Kerajaan Arab Saudi di antaranya pengembangan knowledge economy bagi pendidikan tinggi. Dosen, peneliti dan mahasiswa didorong kolaborasi dengan dunia industri menemukan inovasi bagi startapp dan temuan riset strategis lainnya.

Di Arab Saudi, terdapat lebih dari 2.500 mahasiswa Indonesia dan lebih dari 20 dosen Indonesia yang belajar dan mengajar di perguruan tinggi di Arab Saudi. Mereka juga partner yang baik untuk saling memperkuat potensi pendidikan Indonesia di Arab Saudi.

Atdikbud KBRI Riyadh siap menjembatani kerja sama ini. Sekali lagi selamat berbahagia bagi mahasiswa baru peserta OSMB, kita akan bertemu dalam event akademik dan kiprah mahasiswa dalam mengembangkan potensi diri anda selama studi.

Wassalamu’alaikum Wr. Wb. 

Badrus Sholeh, Ph.D
Atdikbud KBRI Riyadh
Email: Atdikbud.riyadh@kemlu.go.id, Badrus.sholeh@uinjkt.ac.id

Silakan bagikan ke:

Leave a Reply