Silaturahmi dan Dialog Atdikbud dengan Dosen dan Mahasiswa KFUPM

Atdikbudriyadh, Al Khobar – Sabtu, (13/11) di hotel Sahara Al Khobar, Dammam, telah berlangsung pertemuan antara Atase Pendidikan dan Kebudayaan (Atdikbud) KBRI Riyadh dengan dosen dan mahasiswa Indonesia yang belajar di King Fahd University of Petroleum and Minerals (KFUPM) dengan tema “Silaturahmi dan Dialog tentang Penguatan Pendidikan Tinggi antara Indonesia dengan Arab Saudi”.

Dalam sambutannya Atdikbud menyampaikan tentang pentingnya penguatan pendidikan tinggi antar dua negara, salah satunya dengan memperbanyak mahasiswa yang belajar ke universitas di Arab Saudi. Informasi yang lengkap dan masif tentang beasiswa belajar di Universitas Arab Saudi masih belum banyak dirasakan oleh para siswa SMA di Indonesia maupun SILN Arab Saudi yang ingin melanjutkan studi S1, dan para mahasiswa yang ingin melanjutkan studi S2/S3 di Arab Saudi.

Menanggapi sambutan Atdikbud, mahasiswa menginformasikan bahwa beberapa tahun kedepan akan dibuka program studi tidak hanya “Islamic Study” , tetapi juga program studi engineer dan science, sehingga akan ada banyak kesempatan bagi siswa dan mahasiswa Indonesia yang ingin melanjutkan S1, S2, S3 program studi non Islamic Study. Bahkan siswa yang tidak bisa Bahasa Arab pun bisa melamar beasiswa ke universitas di Arab Saudi.

Dalam kesempatan yang sama mahasiswa juga mengusulkan program beasiswa LPDP dari pemerintah Indonesia untuk mahasiswa di Arab Saudi. LPDP sangat mereka butuhkan untuk kelangsungan belajar di Arab Saudi apalagi yang mengajak serta keluarga. Para mahasiswa juga memohon agar pengurusan visa bisa dipermudah guna kelancaran proses masuk ke Arab Saudi.

Di antara undangan yang hadir ada salah satu mahasiswa yang merupakan orang tua siswa Sekolah Indonesia Riyadh Jarak Jauh (SIR Jarak Jauh), Ariel Hazril Gursida dengan anaknya Abdurrauf Hasan Kamil (TK B) dan Abdulaziz Tsaqib Arrafif (Kelas 2 SD). Ariel beserta keluarga tinggal di Al Khobar, Dammam. Dalam kesempatan itu Ariel memberikan testimoni bahwa sangat terbantu dengan adanya SIR Jarak Jauh. Pada awal masuk ke Arab Saudi sempat ada kehawatiran apabila anak-anak tidak bisa bersekolah, karena memang tidak ada sekolah Indonesia di daerah Dammam, dan alhamdulillah kehawatiran tersebut dapat hilang dengan adanya SIR Jarak Jauh.



(Muhsin Amrun)

Silakan bagikan ke:

Leave a Reply