Studi Beasiswa di KFUPM dan KAUST

Atdikbudriyadh, Dhahran – Sabtu, 15 Januari 2022, Atase Pendidikan dan Kebudayaan (Atdikbud) KBRI Riyadh bekerja sama dengan Persatuan Pelajar dan Mahasiswa Indonesia (PPMI) Dhahran dan KAUSTINA mengadakan acara international workshop dengan tema “Scholarship and Grant Application Preparation of KFUPM and KAUST”. Acara yang dimulai pukul 13.00 WIB secara online zoom ini sejatinya diperuntukkan bagi masyarakat di Indonesia khususnya pelajar yang ingin melanjutkan studi di bidang sains dan teknologi di Arab Saudi.

Acara dipandu oleh Andika Perbawa selaku MC yang saat ini merupakan peneliti di KAUST. Badrus Sholeh, Ph.D selaku Atdikbud KBRI Riyadh memberikan welcoming speech dalam acara ini. Beliau menyampaikan pentingnya membangun kerja sama yang kuat antara pendidikan di Arab Saudi dengan kampus-kampus yang ada di Indonesia. Berbagai upaya telah dilakukan oleh Atdikbud, antara lain dengan melakukan kunjungan langsung ke rector-rektor univerisitas di Arab Saudi, menjembatani pertemuan pimpinan kampus di Indonesia dengan pimpinan kampus di Arab Saudi, termasuk melakukan sosialisasi peluang beasiswa yang begitu menjanjikan bagi para pelajar Indonesia untuk bisa kuliah di Arab Saudi.

Turut hadir dalam acara ini Dr. Turki Baroud sebagai keynote speaker. Beliau adalah Associate Professor sekaligus Founder Chairman of Material Science and Engineering Department, KFUPM. Berbagai keunggulan, pusat riset, serta peluang belajar yang ada di KFUPM beliau jelaskan dengan sangat detail. Dalam kesempatan ini beliau juga menyampaikan bahwa dirinya sangat terkesan dengan akhlak dan juga prestasi dari mahasiswa yang berasal dari Indonesia dan tertarik untuk menerima lebih banyak lagi mahasiswa dari Indonesia.

Dalam sesi berikutnya, Dandi Alvayed menjadi moderator untuk sesi pemaparan materi workshop. Hudaifah, yang merupakan mahasiswa Ph.D di KFUPM menjelaskan kenapa harus melanjutkan studi di KFUPM. Berbagai keunggulan KFUPM dipaparkan baik dari sisi reputasi international, dukungan akademis yang berkualitas dunia, termasuk fasilitas-fasilitas yang sangat memadai tidak hanya untuk belajar tetapi juga untuk tinggal dan bersosialisasi dengan masyarakat internasional. Selain itu, juga dijelaskan program apa saja yang ditawarkan di KFUPM baik dari jenjang S2, S3, hingga postdoc, termasuk informasi-informasi yang berkaitan dengan pendaftaran. Saat ini KFUPM sangat membuka peluang lebih bagi calon mahasiswa dari Indonesia untuk diterima, termasuk penerimaan mahasiswa perempuan yang tidak memerlukan syarat mahram.

Workshop dilanjutkan dengan persiapan pembuatan CV dan statement of purpose (SoP). Suryo Adi Rakhmawan, mahasiswa master di KFUPM, menjadi narasumber yang menjelaskan bagaimana seharusnya kedua dokumen penting ini disusun. Apa saja yang harus dimasukkan dan jangan dimasukkan di dalam CV dan SoP dijelaskan dengan baik agar para peserta workshop bisa memperbaiki dokumen mereka sebelum dikirim untuk proses pendaftaran baik di KFUPM maupun KAUST.

Muhammad Naufal, Ph.D mahasiswa di KAUST, menjadi narasumber yang menjelaskan alasan kenapa harus menjadikan KAUST sebagai salah satu kampus tujuan untuk melanjutkan studi. Selain merupakan kampus rangking 1 untuk new nature index, kampus ini memiliki dosen-dosen kelas dunia dengan tingkat sitasi tertinggi. Ada 3 Departement di KAUST yang menaungi 16 program studi. Fasilitas riset di KAUST merupakan salah satu terbaik di dunia dengan 10 research center dan 9 core laboratorium. Naufal juga menjelaskan berbagai fasilitas menarik yang disediakan bagi para mahasiswanya. Seperti halnya KFUPM, kampus ini juga menerima mahasiswa perempuan tanpa syarat mahram.

Dalam workshop ini juga dijelaskan tips dan trik untuk menghadapi sesi wawancara yang menjadi salah satu penentu penerimaan mahasiswa di KAUST. Mohammad Hasyim Taufik, mahasiswa Ph.D KAUST menjelaskan tentang alur penerimaan mahasiswa baru di KAUST secara lebih dalam berdasarkan pengalaman dari para pelajar yang selama ini berhasil diterima di kampus tersebut. Berbagai tips disampaikan agar para peserta workshop yang tertarik untuk mendaftar di KAUST memahami betul proses seleksi sehingga mereka lebih siap untuk mendaftar di KAUST.

Workshop ini ditutup dengan sesi diskusi. Dengan jumlah pendaftar lebih dari 500 peserta, sesi diskusi berlangsung sangat meriah. Banyak peserta yang mengajukan pertanyaan baik secara langsung maupun melalui chat. Meskipun animo dari peserta untuk bertanya masih sangat tinggi, akan tetapi karena acara sudah berlangsung 3 jam maka workshop ini kemudian diakhiri pukul 16.00 WIB. Acara ini juga disiarkan secara langsung di channel youtube kaustina dan lingkar peduli sehingga rekaman bisa disimak dari kedua channel tersebut.



Oleh: Panitia (Hudaifah)



Baca juga: https://saudinesia.com/2022/01/16/kfupm-dan-kaust-dua-universitas-terbaik-untuk-studi-sains-di-arab-saudi/

Silakan bagikan ke:

Leave a Reply